- CIATER, Wisata Air Panas Bandung
Ciater sudah lama sebagai tujuan wisata. Wisatawan lokal maupun asing pergi kesana karena ingin berendam air panas sambil menikmati pemandangan gunung Tangkuban Perahu yang sekelilingnya dihiasi perkebunan teh nan sejuk segar.
Di Ciater ada beberapa kolam pemandian berupa aliran sungai yang
ditanggul dalam berbagai tempat dengan sumber mata air panas. Biasanya
orang luar kota mampir ke Ciater sambil berendam air panas untuk melepas
kelelahan selama perjalanan.
Untuk menuju Ciater, sangat mudah. Daerah Ciater termasuk dalam kawasan
Gunung Tangkuban Perahu namun masuk dalam wilayah kabupaten Subang.
Kalau dari sisi kota Bandung, maka Ciater ada di Utara kota Bandung. Dari Bandung sekitar 30-an km menuju arah utara. Rute yang harus ditempuh dari Bandung Kota menuju ke Lembang, terus dari Lembang ke arah Subang. Setelah menanjak melewati jalur Cikole/Tangkuban Perahu, maka jalan akan menurun tajam menuju arah Ciater. Sekitar 7 kiloan dari Cikole.
Setelah masuk kawasan Ciater, nanti ada pertigaan belok kanan (ada petunjuk arah). Setelah membayar tiket, bisa masuk kedalam.
Oiya, kalau mau kesini jangan lupa bawa baju ganti, karena sayang kalau ke Ciater tanpa mandi air panas, karena sebenarnya obyek intinya adalah menikmati uap belerang dari aliran sungai Ciater.
Anda bisa berendam dalam kolam atau disungai sambil bermalas-malasan
sepuasnya. Wisata yang sangat simpel, selamat menikmati uap belerang
dari kaki Tangkuban Pera
- CIBADUYUT, Wisata Belanja Sepatu Bandung
Cibaduyut adalah sebuah daerah di sekiar kota Bandung bagian
selatan. Daerah ini terkenal dengan kerajinan sepatunya. Hasil produksi
sepatunya biasanya dipasarkan langsung di pinggiran jalan Cibaduyut Raya dengan
banyaknya kios dan toko sepatu. Sedangkan produksinya ada di gang-gang belakang
jalan Cibaduyut.
Untuk mencapai kawasan industri sepatu Cibaduyut, bisa
dilakukan dengan banyak cara. Kalau dari Stasiun bisa langsung naik angkot ke
Cibaduyut. Demikian juga jika dari terminal Cicaheum maupun dapat ditempuh
dengan angkut jurusan Leuwi Panjang.
Sebenarnya, Cibaduyut dekat dengan terminal Leuwi Panjang,
jika dari sana tinggal jalan kaki saja sekitar 300 meter sudah sampai kawasan
Cibaduyut.
Kualitas sepatu Cibaduyut lumayan bagus, namun ada juga
produk yang dijual murah di Cibaduyut, namun produk berasal dari luar kota
semisal sandal dan sepatu murah dari Tasik maupun Ciomas Bogor.
Kawasan Cibaduyut ini lumayan padat dan parkir relative sulit
serta kondisi jalan yang tidak begitu lebar. Jadi anda mesti ekstra sabar untuk
mendapatkan parkir.
Oiya, jika anda mau beli sepatu, gunakan penawaran terbaik.
Sepatu yang dijual di Cibaduyut sistemnya tawar menawar, meskipun kadang sudah
di bandrol.
Mengenai puncak kunjungan, biasanya terjadi saat liburan
sekolah atau hari Sabtu-Minggu dimana orang banyak berlibur ke Bandung. Jadi
pada kondisi tersebut, jelas Cibaduyut biasanya macet.
- TANGKUBAN PERAHU
Tidak lengkap rasanya kalau ke Bandung kok ndak mampir ke
Tangkuban Perahu, sebuah tempat wisata alam yang ada di Bandung Utara.
Gunung cantik ini dinamai Tangkuban Perahu, memang kalau
dilihat dari jauh mirip banget dengan perahu terbalik. Menurut legenda orang
Sunda, ini adalah warisan dari Sangkuriang J
Untuk mencapai Tangkuban Perahu, sangat mudah. Bisa pake
mobil, sepeda motor atau angkutan umum. Wilayah wisata tangkuban perahu
posisinya ada diutara kota Bandung, tepatnya di Cikole Lembang.
Untuk pergi ke sana, dari Bandung kota kita mengadakan
perjalanan sekitar 7 km ke arah Lembang, sebuah kota susu nan dingin. Seterunya
mengambil jalur ke utara atau arah Subang sekitar 7 km lagi, nah pas di Cikole,
atau titik puncak pass antara perbatasan Bandung – Subang ada arah ke kekiri
menuju Tangkuban Perahu.
Disitu ada papan penunjuk arah yang jelas menunjukkan arah
tangkuban perahu.
Dari titik pertigaan ini, kita akan melalui jalan mendaki
dan berkelok sekitar 3-4 km menuju arah puncak dengan memasuki hutan pinus dan
perdu. Sepanjang jalan seringkali kita ditemani kabut tipis nan dingin, apalagi
di musim hujan, menambah suasana romantis.
Setelah perjalanan mendaki, kita akan masuk kawasan kawan
Tangkuban Perahu dimana kita disuguhi keelokan kawah tangkuban perahu yang
melegenda itu.
Kita bisa berjalan dan mengambil foto di gigiran kawah yang
indah sambil sesekali menikmati bau belerang yang tertiup angin.
Jika perjalanan kita teruskan, nanti akan kita temui
sederetan warung oleh-oleh dan makanan khas. Kalau saya yang favorit yang makan
bala-bala hangat atau mie rebus J
Jika masih kuat, perjalanan bisa dilanjutkan ke atas dimana
kita bisa menikmati desisan kawah dan air panas. Tapi kalau sudah sore biasanya
kawasan ini ditutup.
Pernah dulu, saya mencoba keliling kawah, lumayan juga perlu
waktu satu jam dengan melewati hutan perdu. Tapi asyik juga membuat badan bugar
dan segar.
Jika ada waktu luang, bisa menikmati hijaunya pohon teh
sambil ngopi di warung bersama keluarga, membuat suasana demikian indah. Jika
malam menjelang, kita masih bisa konkow2 setidaknya sampai jam tujuh malam.
Demikian, semoga berkenan, jangan lupa beli oleh-oleh dan
kerajinannya ya…









Tidak ada komentar:
Posting Komentar