Jumat, 18 Januari 2013

Pariwisata kota Bandung

  • CIATER, Wisata Air Panas Bandung

Ciater sudah lama sebagai tujuan wisata. Wisatawan lokal maupun asing pergi kesana karena ingin berendam air panas sambil menikmati pemandangan gunung Tangkuban Perahu yang sekelilingnya dihiasi perkebunan teh nan sejuk segar.
Di Ciater ada beberapa kolam pemandian berupa aliran sungai yang ditanggul dalam berbagai tempat dengan sumber mata air panas. Biasanya orang luar kota mampir ke Ciater sambil berendam air panas untuk melepas kelelahan selama perjalanan.
Untuk menuju Ciater, sangat mudah. Daerah Ciater termasuk dalam kawasan Gunung Tangkuban Perahu namun masuk dalam wilayah kabupaten Subang.

Kalau dari sisi kota Bandung, maka Ciater ada di Utara kota Bandung. Dari Bandung sekitar 30-an km menuju arah utara. Rute yang harus ditempuh dari Bandung Kota menuju ke Lembang, terus dari Lembang ke arah Subang. Setelah menanjak melewati jalur Cikole/Tangkuban Perahu, maka jalan akan menurun tajam menuju arah Ciater. Sekitar 7 kiloan dari Cikole.

Setelah masuk kawasan Ciater, nanti ada pertigaan belok kanan (ada petunjuk arah). Setelah membayar tiket, bisa masuk kedalam.

Oiya, kalau mau kesini jangan lupa bawa baju ganti, karena sayang kalau ke Ciater tanpa mandi air panas, karena sebenarnya obyek intinya adalah menikmati uap belerang dari aliran sungai Ciater.
Anda bisa berendam dalam kolam atau disungai sambil bermalas-malasan sepuasnya. Wisata yang sangat simpel, selamat menikmati uap belerang dari kaki Tangkuban Pera
 





  • CIBADUYUT, Wisata Belanja Sepatu Bandung  
Cibaduyut adalah sebuah daerah di sekiar kota Bandung bagian selatan. Daerah ini terkenal dengan kerajinan sepatunya. Hasil produksi sepatunya biasanya dipasarkan langsung di pinggiran jalan Cibaduyut Raya dengan banyaknya kios dan toko sepatu. Sedangkan produksinya ada di gang-gang belakang jalan Cibaduyut.

Untuk mencapai kawasan industri sepatu Cibaduyut, bisa dilakukan dengan banyak cara. Kalau dari Stasiun bisa langsung naik angkot ke Cibaduyut. Demikian juga jika dari terminal Cicaheum maupun dapat ditempuh dengan angkut jurusan Leuwi Panjang.

Sebenarnya, Cibaduyut dekat dengan terminal Leuwi Panjang, jika dari sana tinggal jalan kaki saja sekitar 300 meter sudah sampai kawasan Cibaduyut.

Kualitas sepatu Cibaduyut lumayan bagus, namun ada juga produk yang dijual murah di Cibaduyut, namun produk berasal dari luar kota semisal sandal dan sepatu murah dari Tasik maupun Ciomas Bogor.

Kawasan Cibaduyut ini lumayan padat dan parkir relative sulit serta kondisi jalan yang tidak begitu lebar. Jadi anda mesti ekstra sabar untuk mendapatkan parkir.

Oiya, jika anda mau beli sepatu, gunakan penawaran terbaik. Sepatu yang dijual di Cibaduyut sistemnya tawar menawar, meskipun kadang sudah di bandrol.

Mengenai puncak kunjungan, biasanya terjadi saat liburan sekolah atau hari Sabtu-Minggu dimana orang banyak berlibur ke Bandung. Jadi pada kondisi tersebut, jelas Cibaduyut biasanya macet.

  • TANGKUBAN PERAHU
Tidak lengkap rasanya kalau ke Bandung kok ndak mampir ke Tangkuban Perahu, sebuah tempat wisata alam yang ada di Bandung Utara.

Gunung cantik ini dinamai Tangkuban Perahu, memang kalau dilihat dari jauh mirip banget dengan perahu terbalik. Menurut legenda orang Sunda, ini adalah warisan dari Sangkuriang J

Untuk mencapai Tangkuban Perahu, sangat mudah. Bisa pake mobil, sepeda motor atau angkutan umum. Wilayah wisata tangkuban perahu posisinya ada diutara kota Bandung, tepatnya di Cikole Lembang.
Untuk pergi ke sana, dari Bandung kota kita mengadakan perjalanan sekitar 7 km ke arah Lembang, sebuah kota susu nan dingin. Seterunya mengambil jalur ke utara atau arah Subang sekitar 7 km lagi, nah pas di Cikole, atau titik puncak pass antara perbatasan Bandung – Subang ada arah ke kekiri menuju Tangkuban Perahu.

Disitu ada papan penunjuk arah yang jelas menunjukkan arah tangkuban perahu.
Dari titik pertigaan ini, kita akan melalui jalan mendaki dan berkelok sekitar 3-4 km menuju arah puncak dengan memasuki hutan pinus dan perdu. Sepanjang jalan seringkali kita ditemani kabut tipis nan dingin, apalagi di musim hujan, menambah suasana romantis.

Setelah perjalanan mendaki, kita akan masuk kawasan kawan Tangkuban Perahu dimana kita disuguhi keelokan kawah tangkuban perahu yang melegenda itu.

Kita bisa berjalan dan mengambil foto di gigiran kawah yang indah sambil sesekali menikmati bau belerang yang tertiup angin.

Jika perjalanan kita teruskan, nanti akan kita temui sederetan warung oleh-oleh dan makanan khas. Kalau saya yang favorit yang makan bala-bala hangat atau mie rebus J

Jika masih kuat, perjalanan bisa dilanjutkan ke atas dimana kita bisa menikmati desisan kawah dan air panas. Tapi kalau sudah sore biasanya kawasan ini ditutup.

Pernah dulu, saya mencoba keliling kawah, lumayan juga perlu waktu satu jam dengan melewati hutan perdu. Tapi asyik juga membuat badan bugar dan segar.

Jika ada waktu luang, bisa menikmati hijaunya pohon teh sambil ngopi di warung bersama keluarga, membuat suasana demikian indah. Jika malam menjelang, kita masih bisa konkow2 setidaknya sampai jam tujuh malam.

Demikian, semoga berkenan, jangan lupa beli oleh-oleh dan kerajinannya ya…
 
 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar